Matematika Akuntansi: Perbandingan -->
Showing posts with label Perbandingan. Show all posts
Showing posts with label Perbandingan. Show all posts

Tuesday, December 19, 2017

Perbedaan Perbandingan Senilai dan Perbandingan Berbalik Nilai

Perbandingan merupkan sesuatu yang sering kali dipakai dalam pekerjaan kita sehari-hari. Seorang yang akan mempkerjakan manusia tentunya akan menggunkan ilmu perbandingan, untuk membangun rumah tentunya memerlukan perbandingan, dan bahkan untuk membuat segelas sirupun sadar atau tidak sadar kita menggunakan ilmu perbandingan.

Namun wajib anda ketahui dalam matematika ada dua macam perbandingan yaitu perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai. Kali ini saya akan menjelaskan tentang perbedaan perbandingan senilai dan perbedaan berbalik nilai.

Perbandingan Senilai

Perbandingan senilai adalah suatu perbandingan yang apabila suatu nilai ditambah maka jumlah pembandingnya juga bertambah. Misalkan dalam membangun 1 rumah diperlukan 2 sac semen, maka itu artinya jika ingin membangun lebih dari 1 rumah makan akan diperlukan lebih dari 2 sac semen pula.

Contoh :
Jika untuk membangun 1 rumah hanya diperlukan 4sac semen, maka berapa semen yang dibutuhkan jika ingin membangun 3 rumah ?

Jawaban : 
1 rumah = 4sac semen
3 rumah = ..

untuk mengerjakan soal perbandingan kita langsung kali silang saja maka, 
1 rumah x .. = 3 rumah x 4sac semen
1 rumah x .. = 3 rumah x 4sac semen
.. = 12 sac semen

Maka jawabannya adalah diperlukan 12sac semen untuk membangun 3 buah rumah.

Perbandingan Berbalik Nilai

Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan yang apabila nilainya ditambah maka nilai pembandinggnya malah berkurang. Misalkan dibutuhkan 6 orang untuk mengerjakan 1 buah rumah dalam waktu 2 hari, perbadingan seperti ini secara logika nilai pembanding akan berkurang apabila nilai bukan pembandingnya ditambah.

Contoh :
Dibutuhkan 6 orang untuk menmbangun 1 buah rumah dalam waktu 2 hari. Berepa lama kah rumah bisa dibangun jika ada 12 orang pekerja ?

Jawaban :
6 orang = 2 hari
12 orang = ...

Untuk mengerjakan soal perbandingan berbalik nilai, kita tidak bisa langsung mengkalisilangkan, akan tetapi membalikan dahulu salah satu ruas yang asalnya dibawah menjadi di atas dan begitupun sebaliknya, maka :

12 orang = 2 hari
6 orang = ...

Jika sudah ditukar yang atas dan yang bawah dalam salah satu ruas, maka langsung saja lakukan kali silang !

12 orang x ... =  6 orang x 2 hari
12 orang x ... =  6 orang x 2 hari
12  x ... =  12 hari
... =  12/12 hari
... = 1 hari

Maka apabila dikerjakan oleh 12 orang akan lebih cepat yaitu menjadi hanya 1 hari saja.

jadi pada intinya perbandingan senilai itu adalah perbanding yang apabila suatu nilai bukan pembandingnya ditambah maka nilai pembandingnyapun akan ikut bertambah, dan perbandingan berbalik nilai adalah suatu perbandingan yang apabila nilai bukan bukan pembandingnya ditambah maka nilai pembandingnya akan berkurang.

Ada ciri khusus untuk membedakan apakah suatu soal harus dikerjakan dengan menggunakan cara perbandingan sanilai atau dengan menggunakan cara perbandingan barbalik nilai, yaitu apabila perbandingan senilai adalah selalu berkaitan dengan jumlah atau kuantitas dan apabila perbandingan berbalik nilai biasanya selalu berkaitan dengan kecepatan atau waktu.

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wssalamualakikum wr. wb.

Referensi :
  • Pengalaman pembelajaran sekolah

Tuesday, October 18, 2016

Cara Menghitung Perbandingan Segmen Garis

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentangCara Menghitung Perbandingan Segmen Garis, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !
Gambar 1

Cara Menghitung Perbandingan Segmen Garis

Untuk cara menghitung perbandingan segmen garis bisa dilakukan dengan rumus perbandingan segmen garis, yaitu :

Rumus Perbandingan Segmen Garis :

Perhatikan gambar di atas !!!
Misalkan diketahui titik C berada di antara titi A dan titik B, sehingga : AC : CB = m : n, Maka Rumus perbandingan segmen garisnya :
AC : CB = m : n
AC : AB = m : (m + n)
CB : AB = n : (m + n)

Contoh Soal perbandingan segmen garis :


Jika panjang AB = 15cm, dan AP : PB = 2 : 3, tentukanlah panjang AP dan PB !!!

Penyelesaian soal perbandingan segmen garis :

Jawab :
Diketahui :
AB = 15
AP : PB = 2 : 3 = m : n

Ditanyakan :
AP = ???
PB = ???

Untuk menjawabnya kita gunakan rumus perbandingan segmen garis, maka :
Karena pada rumus sebagai titik tantara A dan B adalah C maka kita ganti dengan P karena pada soal titik P yang berada diantara titik A dan titik B :
AP : PB = 2 : 3
AP : AB = 2 : (2 + 3)
AP : AB = 2 : 5 
PB : AB = 3 : (2 + 3)
PB : AB = 3 : 5

 AP : 15cm = 2 : 5
AP/15cm = 2/5
(AP/15cm) x 15 = (2/5) x 15cm, (Kedua ruas dikali dengan 15 untuk menyederhanakan)
AP = 6cm

PB : 15cm = 3 : 5 
PB/15cm = 3/5   
(PB/15cm) x 15 = 3/5 x 15, (Kedua ruas dikali dengan 15 untuk menyederhanakan)
PB = 9cm

Jadi panjang AP dan PB adalah 6cm dan 9cm

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata
Saya sarankan untuk membaca artikel :
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb

Saturday, October 15, 2016

Sifat-Sifat Perbandingan Senilai

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Sifat-Sifat Perbandingan Senilai, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Sifat-Sifat Perbandingan Senilai

Ada beberapa sifat perbandingan seniai, a : b = c : d, berlaku : 
  • a/b = c/d ↔ ad = bc 
  • a : b = c : d ↔ ka : kb = kc : kd
  • (a + b) : (c + d) = a : c = b : d
  • (a - b) : (c - d) = a : b = c : d
  • (a + c) : (b + d) = a : b = c : d
  • (a - c) : (b - d) = a : b = c : d
Kita coba salah satu sifat ke dalam contoh :

Contoh :

Panjang ubin 10cm dan lebar 6cm. Jika akan menggambar ubin dengan lebar 3cm, maka berapakah panjang ubin seharusnya pada gambar ???

Jawab :
Panjang ubin sebenarnya = c = 10cm
Lebar ubin sebenarnya = d = 6cm
Lebar ubin pada gambar = b = 3cm

Kita gunkan sifat (a + b) : (c + d) = a : c = b : d., maka :
(a + 3cm) : (10cm + 6cm) = 3cm : 6cm
(a + 3cm) : 16cm = 3cm : 6cm
6a + 18cm = 48cm
6a + 18cm - 18cm = 48cm - 18cm
6a  = 30cm
6a x 1/6 = 30cm x 1/6
a = 5cm

Jadi panjang seharusnya pada gambar adalah 5cm

Kesimpulan

Jadi sifat-sifat perbandingan senilai dapat teman-teman gunakan dalam soal perbandingan senilai dengan tujuan untuk mempermudah pengerjaan teman-teman.

Nah segini dulu ya artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata
Saya sarankan baca juga artikel :
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.

Cara Menyatakan Perbandingan

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Cara Menyatakan Perbandingan, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Cara Menyatakan Perbandingan

Ada dua cara untuk menyatakan perbandingan :
  1. Berdasarkan Selisih 
  2. Berdasarkan Pembagian
Supaya lebih jelas, yu kita lihat pada contoh soal berikut ini :

Contoh soal :

Umur ayah 40 tahun dan umur ibu 35 tahun. Bandingkan umur ayah terhadap umur ibu !!

Jawab :

1. Berdasarkan Selisih

Umur ayah 40 tahun dan umur ibu 35 tahun, maka selisihnya :
40 - 35 =  5 tahun

Jadi perbandingan umur ayah dengan umur ibu adalah selisih 5 tahun

2. Berdasarkan Pembagian

Umur ayah 40 tahun dan umur ibu 35 tahun, maka hasil pembagiannya :
40/35 atau 40 : 35 = 8 : 7.

Jadi perbandingan umur ayah dengan umur ibu adalah 8 : 7

Kesimpulan

Jadi untuk menyatakan perbandingan itu ada dua cara :
  1. Berdasarkan Selisih
  2. Berdasarkan Pembagian
Nah segini dulu ya artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata
Saya sarankan baca juga artikel :
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.

Cara Menghitung Skala Perbandingan

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Cara Menghitung Skala Perbandingan, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Cara Menghitung Skala Perbandingan

Tentunya untuk menghitung skala perbandingan bisa dilakukan dengan menggunakan rumus perbandingan sekala.

Rumus Perbandingan Sekala :


Panjang asli (Pa)/Panjang model (Pm) = Lebar asli (La)/Lebar Model (Lm) = Tinggi asli (Ta)/Tinggi model (Tm)

Adapun beberapa langkah untuk menjalankan rumus perbandingan skala :
  1. Tentukan semua hal yang diketahui dan ditanyakan
  2. Masukan semua hal yang diketahui pada rumus
  3. Cari hal yang ditanyakan pada soal
Supaya lebih jelas yu kita praktikan dalam soal.

Contoh soal :

Pada sebuah gambar, lebar rumah 25 cm dan tinggi pintu 5 cm. Jika tinggi pintu sebenarnya 2m, tentukanlah lebar pintu rumah sebenarnya !!!

Jawab :

Langkah ke-1

Tentukan semua hal yang diketahui dan ditanyakan.
Diketahui :
Lebar model (Lm) = 25cm
Tinggi model (Tm) = 5cm
Tinggi asli (Ta) = 2,5m = 250cm

Ditanyakan :
Lebar asli (La) =....???

Langkah ke-2


Masukan semua hal yang diketahui pada rumus.
Panjang asli (Pa)/Panjang model (Pm) = Lebar asli (La)/Lebar Model (Lm) = Tinggi asli (Ta)/Tinggi model (Tm)
Lebar asli (La)/25cm= 250cm/5cm

Langkah ke-3


Cari hal yang ditanyakan pada soal.
Hal yang ditanyakan pada soal adalah lebar asli (La). Maka untuk mencari La kita harus mengkali silang rumus karena merupakan perbandingan senilai. Jadi :
La/25cm= 250cm/5cm
La x 5cm = 250cm x 25cm
5La = 6.250cm
5La x 1/5= 6.250cm x 1/5
La = 1.250cm 

Jadi lebar pintu rumah sebenarnya adalah 1.000cm atau 12,5m

Kesimpulan

Untuk perbandingan yang melibatkan skala suatu benda biasanya selalu dengan perbandingan senilai, jadi kita operasikan rumus dengan langsung kali silang saja.

Nah segini dulu ya artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata
Saya sarankan baca juga artikel :
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.

Thursday, November 19, 2015

Rumus Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

Sifat-Sifat Perbandingan Senilai
Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Rumus Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out 

Pengertian Perbandingan

Perbandingan adalah bentuk dari suatu pembagian antara besaran sejenis a dan b, yang dapat dinyatakan dalam bentuk seperti berikut:
a : b = a/b

Ada dua macam perbandingan , yaitu :
  1. Perbandingan seniai
  2. Perbandingan tak senilai

1. Rumus Perbandingan Senilai (Perbandingan Seharga)

Perbandingan senilai terjadi apabila besaran yang pertama nilainya semakin besar, maka besaran kedua juga nilainya akan semakin besar, begitupun sebaliknya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut :
No
Banyak Buku
Harga Buku
1
2
Rp.2.000,00
2
4
Rp.4.000,00
3
6
Rp.6.000,00

Dan apabila kita gambarkan Grafik Perbandingan Senilai, menjadi :
Dari grafik terlihat bahwa garis grafiknya semakin ke kanan semakin ke atas.
Maka didapat rumus perbandingan senilai :
a/b = p/q maka a x q = b x p

Contoh :

Jika Chindy membeli 2 buku dengan harga Rp.8.000,00, maka berapakah jumlah buku yang bisa didapat Pajar jika fajar hanya memiliki uang  Rp.4.000,00???
Jawab :
a = 2
b = ?
p = 8000
q = 4000
a/b = p/q maka  a x q = b x p
2/b =8000/4000 maka  2  x  4000 = b x 8000 maka  8000 = 8000b maka  8000/8000 = b maka  1 = b
Maka buku yang didapat fajar hanyalah satu buah buku.

2.  Rumus Perbandingan tak senilai ( Perbandingan Berbalik Nilai)

Perbandingan tak senilai terjadi jika besaran yang pertama semakin besar, maka besaran yang kedua nilainya akan semakin kecil , begitupun sebaliknya. Perbandingan tak senilai ini merupakan kebalikan dari perbandingan senilai.
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut :
No
Waktu (jam)
Kecepatan
(km/jam)
1
1
60
2
2
20
3
3
12

Perhatikan tabel diatas jika kita memacu kecepatan kita semakin cepat maka waktu yang didapatkan pun akan semakin singkat.

maka apabila kita gambarkan Grafik Perbandingan Tak Senilai, menjadi :

dari grafik bisa dilihat bahwa garis grafiknya semakin ke kanan semakin menurun.
Maka didapat rumus perbandingan berbaik nilai :
a/b = p/q  maka  a x p = b x q

Contoh :

Suatu pekerjaan dapat diselesaikan oleh 15 orang dengan waktu 3 bulan. Jika pekerjaan tersebut hanya dikerjakan oleh 9 orang, berapa lama pekerjaan tersebut dapat diselesaikan??
Jawab :
a = 15
b = 9
p = 3
q = ?
a/b = p/q maka  a x p = b x q

15/9 = 3/q maka 15 x 3 = 9 x q maka 45 = 9q maka 45/9 = q maka 5 = q
Maka apabila pekerjakaan diselesaikan dengan 9 orang, maka hanya memerlukan waktu 5 bulan saja


Hubungan Perbandingan  Jarak, Waktu, dan Kecepatan.
Hubungan antar Jarak(s), Waktu(t), dan Kecepatan(v) dapat dituliskan sebagai berikut :

v = s/t atau s = v x t atau t = s/v 

Contoh :
Sebuah bus berangkat dari kota sukabumi pukul 17:15 dan sampai dikota bogor pukul 06:45 hari berikutnya. Jika jarak kedu kota tersebut 108 km. Tentukan kecepatan rata-rata bus tersebut!
Jawab :
t = 13,5 jam (dari jam 17:15 hingga jam 06:45)
s = 108 km
v = ?
v = s/t
v = 108/13,5 = 8 km/jam
maka kecatan dari kota bogor ke sukabumi  8 km/jam

Nih soal latihan buat kalian ! :-)
Jika Fajar memacu motornya dari rumah ke kantor dengan kecepatan 25 km/jam, maka ia akan terlambat 15 menit. Tetapi jika ia memacu motornya dengan kecepatan 36 km/jam ia akan sampai 10 menit lebih awal. Berapakah jarak tempuh rumah fajar ke kantor???

Nah segini dulu yah artikel kali ini, Mohon maaf apabila ada salah-salah kata
Saya sarankan baca juga artikel :
akhir kata wassalamualaikum Bye bye…………